ENAM GAYA BELAJAR MANUSIA MENURUT VERSI ALKITAB


ENAM GAYA BELAJAR MANUSIA

MENURUT VERSI ALKITAB

(disusun dengan anugrah Tuhan, oleh Susan Grace Widiono, S.MG)

16 juni 2013

Sebelum lebih jauh kita mempelajari enam gaya belajar manusia menurut versi Alkitab, terlebih dahulu kita teliti, enam gaya belajar menurut pendapat para ahli dunia:

TIGA GAYA BELAJAR MANUSIA MENURUT Bobbi DePorter

Menurut Bobbi DePorter , gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur dan mengolah informasi.  Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunkan individu dalam memproses informasi ( perceptual modality).

Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar

1.   VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitik beratkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalikan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini.

1.kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya   atau memahaminya.

2. memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.

3. memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik,

4. memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung.

5. terlalu reaktif terhadap suara.

6. sulit mengikuti anjuran secara lisan.

7. seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :

Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar, bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi, Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak, Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi,Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan,Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan,Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu

2.     AUDITORI (Auditory Learners )

Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

1.Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas.

2. Anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio

3. Cenderung banyak omong

4. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya

5.Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis

6.Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain

7.Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll

3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)

Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :

1.Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar

2.Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak

3.Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar

4.Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar

5.Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing

6.Menyukai praktek/ percobaan

7.Menyukai permainan dan aktivitas

6 GAYA BELAJAR MENURUT ALKITAB

Sekarang kita akan mempelajari apa kata Alkitab mengenai gaya belajar pada manusia.
Mari kita simak pada Bilangan 12: 6-8, di dalam bagian ini kita melihat deskripsi 6 gaya belajar manusia yang dideskripsikan sendiri oleh Tuhan dan diberitahukan pada Miryam, Harun dan Musa

Bilangan 12:6-8

Lalu berfirmanlah Ia: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam :

penglihatan,   (GAYA BELAJAR VISUAL)

Aku

berbicara , (GAYA BELAJAR AUDIO)

dengan dia dalam

mimpi (GAYA BEJALAR AUDIO VISUAL)

Bukan demikian hamba-Ku Musa,  seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.

Berhadap-hadapan (GAYA BELAJAR KINESTETIK)

Aku berbicara dengan dia,

terus terang (GAYA BELAJAR HUBUNGAN)

bukan dengan teka-teki,  dan ia

memandang rupa TUHAN (GAYA BELAJAR LIFESTYLE)

Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa? 

Mengapa dinamakan gaya belajar HUBUNGAN- saat dipakai kata terus terang; bandingkan dengan cara Tuhan berbicara dengan orang-orang yang tidak memiliki hubungan khusus dengan Dia:

  • Firaun; mimpi dan teka-teki dalam mimpi mengenai  lembu-lembu dan bulir-bulir gandum itu- tetapi kepada Yusuf (yang memiliki hubungan khusus dengan Tuhan- diberikan pengertian akan mimpi itu)
  • Nebukadnezar juga mendapat mimpi-mimpi yang membuatnya gelisah, tetapi dia tidak mengerti artinya, menjadi semacam teka-teki, tetapi kepada Daniel diberikan pengertian untuk mengerti arti mimpi itu- karna Daniel memiliki hubungan khusus dengan Sang Pemberi Mimpi itu.
  • Kepada orang banyak Tuhan Yesus memberi perumpamaan, tetapi kepada murid-murid-Nya Yesus menerangkan secara khusus.
  • Orang yang memiliki hubungan mendalam tidak pernah saling menyimpan rahasia. Itupun yang Tuhan lakukan terhadap Abraham saat akan menghancurluluhkan Sodom Gomora, tidak ada yang Dia sembunyikan terhadap Abraham.

ENAM GAYA BELAJAR PADA TOKOH ABRAHAM

Hal tersebut diteguhkan juga dengan GAYA BELAJAR ABRAHAM

Dimana disebutkan dalam Alkitab, ada 6 kali Abraham mempelajari janji Tuhan dalam hidupnya, dalam 6 gaya belajar yang berbeda:

GAYA BELAJAR AUDIO: KEJ 12: 1-3

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu  dan dari sanak saudaramu…

Gaya belajar Audio- hanya sampai tahapan MENGETAHUI – mengerti secara umum

GURUKU MENERANGKAN

AKU MENDENGAR

Contoh di Sekolah Minggu : mendengar guru bercerita tentang cerita Alkitab, dll

Contoh di dunia nyata: mendengar pembacaan resep ciptaan chef Marinka lewat radio, tanpa mempraktekkannya sendiri

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI AUDIO

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Speaker/PEMBICARA

 

Speaker: Menyampaikan pengetahuan dengan cara memberi tahu, memberi pengertian dan pemahaman

GAYA BELAJAR VISUAL KEJ 12: 7

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram  dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri  ini kepada keturunanmu.”

Gaya belajar Visual- hanya sampai tahapan MEMAHAMI- mengerti dengan lebih detail dan dapat menjelaskan pada pihak lain

GURUKU MENUNJUKKAN

AKU MELIHAT

Contoh di sekolah minggu: melihat gambar yang dihadirkan guru di kelas saat guru mengajar, dll

Contoh di dunia nyata: melihat resep dan foto masakan  Chef Marinka tersebut di majalah, tanpa mempraktekkannya sendiri

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI VISUAL

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Teacher/ PENGAJAR

 

Teaching : Menyampaikan pengetahuan atau keterampilan; menyediakan pengetahuan; menyiapkan kondisi untuk aksi atau sikap tertentu.

GAYA BELAJAR AUDIO VISUAL KEJ 13: 14

Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat,  utara dan selatan,  sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Gaya belajar Audio Visual – hanya sampai pada tahapan MENGETAHUI DAN MEMAHAMI

GURUKU MENERANGKAN DAN MENUNJUKKAN

AKU MENDENGAR DAN MELIHAT

Contoh di sekolah minggu; melihat guru bercerita sambil menunjukkan gambar/ melihat drama guru /menonton klip video, dll

Contoh di dunia nyata; melihat Chef Marinka memasak di TV, tanpa mempraktekkannya sendiri

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI AUDIO – VISUAL

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Teacher/PENGAJAR

 

Teaching: Menyampaikan pengetahuan atau keterampilan; menyediakan pengetahuan; menyiapkan kondisi untuk aksi atau sikap tertentu.

GAYA BELAJAR KINESTETIK KEJ 13: 17

Bersiaplah, jalanilah negeri  itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.

Gaya belajar Kinestetik – sampai pada tahap MENGAMBIL KESIMPULAN DARI PENGALAMAN PRIBADI

GURUKU MENGAJAK AKU PRAKTEK/ MELAKUKAN TEORI DI KELAS

AKU MEMPRAKTEKKAN / MELAKUKAN

Contoh di Sekolah Minggu; game/ permainan oleh murid, drama oleh murid, aktivitas oleh murid, dll

Contoh di dunia nyata: mencoba ikut memasak di dapur sendiri di rumah dengan panduan Chef Marinka melalui TV, dimana dalam siaran itu Chef Marinka menyarankan pemirsa untuk praktek di rumah

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI KINESTETIK

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Trainner/PELATIH and Fasilitator/ Penyedia fasilitas

 

Training adalah lebih menekankan pada sharing knowledge/skills. Seorang Trainer bertanggungjawab untuk mentransformasikan konowledge/skills tertentu kepada audiensnya. Tujuan dari training, adalah merubah dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa (secara teknis) menjadi bisa.

Facilitating Fasilitator fokus pada pengembangan dan pengelolaan proses yang efektif yang membantu kelompok mencapai hasil yang mereka kehendaki. Fasilitator yang ahli kadang sama sekali tidak mengenal subjek/ isu yang menjadi pekerjaan kelompok yang difasilitasi, namun berhasil memfasilitasi kelompok mencapai tujuannya.

GAYA BELAJAR HUBUNGAN KEJ 15; 5-6, YAK 2: 23

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang,  jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran 

Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.  ” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat  Allah.

Gaya belajar Hubungan- bukan hanya sampai pada tahap mengetahui, memahami dan menarik keseimpulan dari pengalaman pribadi saja, tetapi sampai pada tahap PERCAYA, sehingga dari kepercayaan itu orang tersebut dapat MENGEKSPRESIKAN DIRI dalam tindakan nyata. (Yak 2: 21-24)

GURUKU MEMBAGIKAN PENGALAMANNYA PADAKU, DIA BUKAN SAJA GURU YANG MENGAJARIKU TEORI TETAPI DIA JUGA SAHABATKU

AKU PERCAYA

AKU MENGEKSPRESIKAN DIRIKU

Contoh di Sekolah Minggu:

  • dalam materi Yesus menyembuhkan orang lumpuh, murid diajak guru (yang sudah biasa berdoa untuk orang sakit ), untuk berdoa bagi teman yang sakit,
  • dalam materi Simson dan Delila, guru (yang sudah terbiasa mengaku dosa di hadapan Tuhan ) mengajak murid menulis daftar pengakuan dosa dan minta ampun dosa,
  • dalam materi Petrus menyangkal Yesus, guru (yang sudah memiliki pengalaman kesetiaan/ akibat ketidaksetiaan pada Tuhan) mengajak murid membuat komitment untuk tetap setia mengikut Yesus, dll

Contoh di dunia nyata: mengikuti MASTER CHEF INDONESIA bersama mentor langsung CHEF MARINKA, memasak bersama beliau, melihat beliau langsung dari dekat dan bisa bertanya apa saja , bisa berhubungan langsung dengan beliau

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI HORMONAL ( yang memungkinkan kita bisa melakukan sesuatu secara simultan/serempak)

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Counselor / PENASEHAT, Coaches/ PEMBINA and Motivator/PEMBERI MOTIVASI

 

Consulting lebih menekankan pada solusi (solution provider), penyelesaian masalah (problem solver) dan mereka melakukannya untuk klien (do it for you).Sehingga consulting ini lebih pada memberikan ikan daripada mengajari mengail.

Coaching lebih menekankan pada re-educating, mengekspolrasi dan memberdayakan sumberdaya-sumberdaya (exploring dan empowering of resources), orientasinya pada hasil (results) dengan berfokus pada proses yang terarah dan terukur. Coaching lebih pada mengajari mengail daripada memberi ikan. Biasanya berbasis hubungan one-on-one di mana coach membantu klien untuk fokus dan mencapai tujuan-tujuannya lebih cepat dari pada klien berusaha sendirian. Coach adalah orang yang ahli dalam memfasilitasi pencapaian tujuan atau proses perkembangan diri klien, namun dia tidak perlu ahli benar dalam topik yang di-coach-nya. Coach biasanya membantu klien dengan menyediakan tools dan hal-hal yang dapat memotivasi dan membantu pencapaian.

 

Motivate

Membantu Klien untuk mencapai tujuan dengan cara memotivasi, memberi semangat, memuji, dll

 

UNTUK LEBIH MEMAHAMI LEBIH MENDALAM MENGENAI GAYA BELAJAR HUBUNGAN, SAYA SARANKAN ANDA MEMBACA TULISAN SAYA LAINNYA YANG MEMBAHAS MENGENAI HAL INI LEBIH DETAIL DENGAN KLIK TAUTAN BERIKUT:

MENGAMBIL HATI ORANG MENGAJAR DENGAN GAYA BELAJAR HUBUNGAN (1)

 

 

GAYA BELAJAR LIFESTYLE KEJADIAN 17:7,10

Aku akan mengadakan perjanjian  antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian  yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu  dan Allah keturunanmu.  Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Ayat pendukung: I Kor 15: 33 Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik

Pergaulan tanpa disadari adalah gaya belajar LIFESTYLE yang akan mempengaruhi orang-orang yang terlibat dalam pergaulan itu. Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang tadinya baik jadi buruk  atau sebaliknya pergaulan yang baik akan membangun kebiasaan baik

Gaya belajar Lifestyle – bukan hanya sampai pada tahap mengetahui, memahami dan menarik keseimpulan dari pengalaman pribadi serta tahap percaya serta dapat mengekspresikan diri dalam tindakan nyata saja, tetapi sampai pada tahap  MEMORIZED/TERMEMORY DALAM MEMORY PERMANEN/ TERPATRI SEHINGGA MENGHASILKAN HIDUP YANG BERUBAH, sehingga menghasilkan perubahan sikap hidup/  GAYA HIDUP YANG BARU, dimana gaya hidup ini dilahirkan dari perubahan yang terus menerus yang telah menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi gaya hidup.

GURUKU MEMBERI INSPIRASI DARI KEHIDUPANNYA PADAKU

AKU BERUBAH

AKU MEMBERI DAMPAK

Contoh di Sekolah Minggu;

  • TANPA GURU MENGAJARKAN SEBAGAI TEORI PENGAMPUNAN SEKALIPUN, murid yang melihat teladan sang guru, menjadi terinspirasi dari kehidupan guru yang mengampuni, dia bertumbuh menjadi anak yang mengampuni,
  • TANPA GURU MENGAJARKAN SEBAGAI TEORI KEKUDUSAN SEKALIPUN murid yang melihat teladan sang guru, terinspirasi oleh kehidupan guru yang kudus dalam pergaulan, murid bertumbuh jadi remaja yang berhati-hati dalam bergaul,dll.

Contoh di dunia nyata: membuat kerjasama bisnis seumur hidup bersama CHEF MARINKA, sehingga dapat mengenal seluruh kehidupannya di luar memasak, misalnya pergaulannya, cita-citanya, hasratnya, hobbynya, kebiasaannya, keluarganya, caranya mengatur waktu, uang, cara berpakaiannya, caranya mengambil keputusan, dll sehingga pergaulan dengan dia dalam jangka waktu yang sangat panjang itu, juga mempengaruhi kehidupan orang tersebut, dan tidak hanya di dunia masak-memasak saja, tetapi dalam segala segi/aspek kehidupan lainnya. Jika kerjasama positif ini berhasil, akan menghasilkan dampak buat Indonesia, lahirnya restaurant khas masakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan cita rasa yang berkualitas dan bermutu tinggi.

Fungsi pada Otak Mesencephalon : FUNGSI MEMORY DAN RECALLING MEMORY

Guru yang biasa-biasa berbicara

Guru yang bagus menerangkan

Guru yang hebat mendemonstrasikan

Guru yang agung memberi inspirasi

-William Arthur Ward-

Sampai pada tahap ini , anda berfungsi sebagai Mentor dan Inspirator/ PEMBERI INSPIRASI

 

Mentoring

Menjadi penasihat atau guru yang sangat dipercaya, khususnya di seputar topik yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Kerjanya cenderung one on one. Mentor cenderung mengajarkan hal-hal yang sebelumnya sudah berhasil mereka capai.

 

Inspirator

Menjadi sumber inspirasi buat orang-orang di sekitarnya lewat gaya hidupnya

CONTOH CARA MENGAJAR YESUS PADA PETRUS

AUDIO                         : Petrus mendengar kokokan ayam, setelah menyangkal Yesus tiga

Kali. Petrus mendengar pengajaran Ucapan bahagia

VISUAL                         : Petrus melihat Yesus dimuliakan di atas gunung.

AUDIO VISUAL             :Petrus melihat Yesus melakukan banyak mujizat

KINESTETIK                  :Petrus berjalan di atas air

HUBUNGAN                 :Petrus ditanya sampai 3 kali, apakah ia mengasihi Yesus, setelah dia

Juga menyangkal Yesus 3 kali.  Dari percakapan ini lahirlah perintah

“Gembalakanlah domba-domba-Ku”

LIFESTYLE                    :Dari pergaulan Petrus dengan Yesus benar-benar diubah dari sang buluh (Simon) menjadi sang Batu karang (Petrus)- terbukti pada Kis 2 Petrus dengan berani bersaksi tentang Yesus dan dari khotbahnya 3000 orang bertobat dan dibabtiskan. Petrus memilih disalibkan terbalik daripada menyangkal Dia untuk kali yang kedua dalam hidupnya.

Untuk mencapai sampai titik gaya belajar lifestyle inilah YESUS HARUS LAHIR KE DUNIA, dan menjalani karya salib.

Karna gaya belajar lifestyle ini mencakup:

  • Kehadiran
  • Kebersamaan
  • Pergaulan
  • Sharing kehidupan
  • Kekinian
  • Live (langsung)- tatap muka, mentor, live show, dll
  • Teladan

Dimana semuanya itu  belum tentu harus ada pada gaya belajar lainnya :

Audio (misalnya kita bisa saja belajar dengan cara mendengar siaran radio) , Visual (misalnya kita bisa saja belajar dengan cara membaca buku/kitab suci), Audio Visual (misalnya kita bisa saja belajar dengan cara melihat pengelihatan), Kinestetik (misalnya kita bisa saja belajar dengan cara mengalami mujizat) , dan Hubungan, (karna dalam gaya belajar hubungan , kita bisa saja belajar dengan menjalin hubungan jarak-jauh, bisa lewat telephone, dll),

tetapi..

Pada gaya belajar LIFESTYLE – harus ada kehadiran, kebersamaan, pergaulan, sharing kehidupan, kekinian, live, teladan dll, yang ditempuh Yesus melalui PEMURIDAN.

Kehadiran-Nya tidak bisa digantikan dengan cara lain kecuali Dia Lahir di hari Natal yang pertama.

Di dalam gaya belajar LIFESTYLE sudah tercakup semua gaya belajar lainnya: yaitu Audio, Visual, Audio Visual, Kinestetik, dan Hubungan.

Yesaya 9: 6

Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita

(berita kelahiran-Nya dilihat orang Majus secara VISUAL, konser para malaikat dilihat para gembala secara AUDIO VISUAL)

Seorang Putra telah diberikan untuk kita (kehadiran Yesus remaja (12 tahun) di bait Allah berdiskusi dengan alim ulama ( diskusi: KINESTETIK)

Lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya ( sebagai penerima karunia Nama di atas segala nama, kita mesti taat pada-Nya- KINESTETIK)

Dan nama-Nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib ( sebagai Penasihat/ sahabat/ Best Friend/ Konselor/ Tempat Curhat, HUBUNGAN)

Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal , Raja Damai ( lifestyle ; alami keperkasaan-Nya, kekekalan-Nya dan damai daripada-Nya menjadi bagian dalam kehidupan kita)

 

EVALUASI:

  • Pikirkan metode apa yang selama ini kita pakai dalam mengajar
  • Apakah hanya sampai pada batas murid yang
    • Mengetahui
    • Memahami
    • Mengetahui dan memahami
    • Mengambil kesimpulan dari pengalaman pribadi
    • Percaya dan dapat mengekspresikan diri
    • Berubah dan memberi dampak
    • Renungkan kehadiran kita di tengah anak-anak apakah sebagai:
      • Pembicara
      • Pengajar
      • Pelatih
      • Penyedia fasilitas
      • Penasihat
      • Pembina
      • Pemberi Motifasi
      • Mentor
      • Pemberi Inspirasi
      • Jika kita hanya mengajar sampai pada batas AUDIO VISUAL saja, anak-anak yang bergaya belajar kinestetik akan terabaikan dan membuat suasana belajar mengajar menjadi rusak dengan ke’usil’an mereka
      • Tetapi jika kita mengajar dengan KINESTETIK ( game, drama, lomba, dll) sejak awal- dimana kita gabungkan antara teori dan praktek sekaligus ( metode simultan)- tentunya anak-anak bergaya belajar kinestetik akan terlibat sejak awal
      • Lebih jauh kita harus meningkatkan pelayanan kita pada anak-anak sampai pada taraf HUBUNGAN DAN LIFESTYLE, dengan cara pemuridan seperti yang dilakukan Yesus dengan murid-murid-Nya ( dengan kelompok cell anak, dll)

Sumber bacaan:

Alkitab

http://irsanwidyawan.wordpress.com/2012/02/17/between-coaching-mentoring-counselling-training/

http://www.lapangankecil.org/refleksi_dan_riset12_mentor_pelatih_fasilitator%E2%80%A6_apa_bedanya.html

http://ditarosmaya.wordpress.com/2013/01/05/teori-kecerdasan-jamak-gardner-dan-gaya-belajar/

BAGI ANDA YANG INGIN MENYEMINARKAN/MENGAJARKAN MATERI INI KEMBALI, SAYA BUKA KESEMPATAN SELUAS-LUASNYA, BAHKAN SAYA SEDIAKAN POWER POINT-NYA, SILAHKAN KLIK POWER POINT DI BAWAH INI:

SESI 4 ENAM GAYA BELAJAR

About these ads

2 thoughts on “ENAM GAYA BELAJAR MANUSIA MENURUT VERSI ALKITAB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s