SESI V. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG RENDAH HATI MENGEMBANGKAN TALENTA


MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU

YANG RENDAH HATI MENGEMBANGKAN TALENTA

POWER POINT DAPAT ANDA UNDUH GRATIS DI SINI:

PENGEMBANGAN TALENTA

Talenta adalah ukuran timbangan di Timur Tengah pada zaman Alkitab sebesar 3000 syikal (sekitar 34 kilogram). Dalam zaman Perjanjian Baru satu talenta merupakan ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu enam ribu dinar(Matius 18:24Matius 25:15-28)

 

Ayat Emas:

Amsal 22:29

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya?

Di hadapan raja-raja

ia akan berdiri,

bukan di hadapan orang-orang yang hina.

 

Setiap guru sekolah minggu adalah seorang pemimpin, oleh karena itu sebelum membahas mengenai talenta, maka yang pertama kita bahas adalah, bagaimana kita mengembangkan kepemimpinan kita.

Bakat atau tidak, sebenarnya setiap orang punya jiwa kepemimpinan di dalam dirinya, tinggal bagaimana dia mengembangkannya.

Untuk kita bisa mengevaluasi sejauh mana kita sudah mengembangkan talenta kita sebagai seorang guru, maka kita akan beranjak berikutnya pada EVALUASI PENGEMBANGAN TALENTA MENGAJAR.

Pada akhir materi ini kita akan lihat bagaimana Daud mengembangkan semua potensi dalam dirinya untuk dia bisa menjadi seorang raja dan seorang pengajar yang terus mengembangkan talenta dan kapasitasnya.

Roma 12: 6-8

Demikianlah kita mempunyai karunia p  yang berlain-lainan menurut kasih karunia 3  yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat 4  q  baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman r  kita. 12:7Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar 5 ; s  12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. t  Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; u  siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan 6 , hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

 

Kerajinan adalah sebuah kunci kepemimpinan, karena kerajinan akan membawa seseorang pada LEADING SELF/ memimpin diri sendiri.

Orang yang belum bisa memimpin diri sendiri, belum bisa juga dipercaya untuk memimpin orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DIMENSI KEPEMIMPINAN

CONTOH PADA TOKOH YUSUF   DANIEL   DAUD   KUNCI KEPEMIMPINAN
Leading Self Lari dari bujuk rayu Nyonya Potifar Komitment/ ketetapan hati  (Kejadian 39:6-10) Berdoa tiga kali sehari Komitmen/ ketetapan hati ( Daniel 1:8)

sebuah disiplin rohani ( Daniel 6:11)

Disiplin rohani yang tinggi Mazmur 145:2  DISIPLIN

KOMITMEN

STAMINA ROHANI

Leading Line Memimpin penguburan ayahnya, di antara saudara-saudaranya

 

 

Pengampunan ( Kej 45:15)

 

 

Hati gembala

Kej 50:19-21

Memimpin Hanyanya, Misael dan Azarya Dapat bekerja sama ( Daniel 2:16-18)

 

Seluruh keluarga Daud menggabungkan diri pada Daud di gua Adulam Jadi teladan ( I Timotius 4:12)

 

 

PENGAMPUNAN

 

DAPAT BEKERJA SAMA

JADI TELADAN

 

HATI GEMBALA

 

MELAYANI YANG LAIN ( Matius 20:26)

Leading down Memimpin semua pegawai Potifar dan orang-orang tahanan lainnya Menjadi favour of God dan favour of Man ( Kejadian 39:1-6, Amsal 3:3-4) kuncinya adalah TAAT DAN SETIA pada Tuhan dan pada manusia.

 

Berakal budi dan bijaksana ( Kej 41:39-40)

 

Bekerja keras ( Kej 41:46, 42:6)

 

Memimpin para bawahannya di pemerintahan Setia, tidak ada suatu kesalahan atau kelalaian dalam pekerjaan (anti  human eror) ( Dan 6:5)

 

Kebijaksanaan, pengertian ( Daniel 1:20, 2:48)

 

Memiliki ratusan anak buah yang dididik dan diajar Berhati gembala yang tulus ( motivasinya lurus) Mazmur 78:72

 

Skill/ kecakapan tangan ( Mazmur 78:72)

 

 

 

SKILL/ KEAHLIAN

 

PEKERJA KERAS

 

HATI GEMBALA

 

TAAT

 

SETIA

 

Leading Up Berhasil membapaki Firaun ( Kej 45:8)  

Tahu batasan

( Kej 41:40)

Berganti-ganti raja, tetap menjadi orang kepercayaan. Dapat dipercaya ( Dan 6:3c)

 

Tidak jadi hamba uang ( Daniel 5:17)

Saul pun mengakui bagaimana pemakaian Tuhan dalam hidup Daud, dan mempercayakan keturunannya pada ikat janji dengan Daud. HIDUP BENAR

I Sam 24:18

DAPAT DIPERCAYA ( II TIM 2:2), HIDUP BENAR.

 

TAHU BATASAN.

 

BUKAN HAMBA UANG

 

Mari kita lihat, bahwa ternyata dari tabel ini, terdapat beberapa prinsip yang berulang pada semua tokoh Alkitab ( jika kita ingin meneliti tokoh lain pun boleh, agar lebih mantap dan akurat). Bahwa ternyata SKILL atau keahlian atau talenta hanya terpakai untuk Leading down/ memimpin ke bawah.

Ternyata kepemimpinan itu begitu luas cakupannya, sampai kepada leading up/ memberi pengaruh kepada atasan/ pemimpin di atas kita, bukan dengan cara menggulingkan kedudukannya, atau melakukan pemberontakan, melainkan dengan memposisikan diri sebagai orang yang memberi pengaruh positif walaupun tidak harus kita yang berada di posisi puncak.

Beri score pada kepemimpinan anda sendiri !!

Nama :……………………………………………………………………..

  Sangat kurang kurang Cukup/ rata-rata orang kebanyakan Di atas rata-rata/ bagus Bagus sekali/ excellence Catatan Pribadi
LEADING SELF
Disiplin
Komitmen
Stamina Rohani
LEADING LINE
Pengampunan
Dapat Bekerja Sama
Jadi Teladan
Berhati gembala
LEADING DOWN
Skill/ keahlian
Pekerja Keras
Hati gembala
Taat
Setia
LEADING UP
Dapat dipercaya
Hidup benar
Tahu batasan
Bukan hamba uang

 

 

EVALUASI PENGEMBANGAN TALENTA MENGAJAR

Beri Score pada pengembangan talenta anda sendiri dalam mengajar !

Nama Guru Pengajar              :

Kelas                                        :

Usia Murid                              :

PENYAMPAIAN MATERI 1 Sangat Kurang 2

Kurang

3

Masih

bisa dikembangkan

4

Bagus

5

Sangat Bagus

KETERANGAN
ASPEK MATERI Penguasaan Materi Ajar sesuai buku panduan
Satu saja pusat kebenaran yang secara jelas ditekankan dalam keseluruhan pengajaran.
Kesesuaian penjelasan dengan kebenaran dalam Alkitab
ASPEK PENYAMPAIAN KONTEN MATERI DAN DURASI Pendahuluan yang seru dan menarik
Pendahuluan = ¼ X keseluruhan durasi
Inti yang jelas dan kreatif
Inti = 2/4 X  keseluruhan durasi
Penutup yang aplikatif
Penutup = ¼  X keseluruhan durasi
Keseluruhan durasi = 1,5 X usia murid X satuan menit
ASPEK BERBAHASA LISAN Penggunaan Kalimat langsung dalam porsi sebanyak mungkin
Penggunaan Kalimat Narator ( si pencerita)
Penggunaan Kalimat tidak langsung dalam porsi yang seminim mungkin
Penggunaan kalimat selftalk
Pemilihan diksi yang imajinatif
Penjelasan proses
Penggunaan bahasa yang sesuai dengan usia murid
Intonasi yang menarik
Dinamika suara
Dinamika tempo berbicara
ASPEK ALUR Menggunakan alur cerita yang kreatif
ASPEK SOUND EFFECT Pengayaan cerita dengan menambahkan sound effect
Penggunaan perubahan resonansi suara yang mencolok untuk perubahan tokoh dan narator
ASPEK EMOSI Kentalnya emosi tokoh demi tokoh
ASPEK SETTING PANGGUNG IMAJINATIF Setting Panggung secara Imajinatif
ASPEK OBJECT LESSON Penggunaan Alat Peraga
Pergantian tokoh yang mencolok dari kostum/ property, dll
ASPEK BODY LANGUAGE Eye contact
Mimik muka yang ekspresif
Penggunaan Body Language yang pas, tidak berlebihan,tetapi juga tidak monoton
Pergantian tokoh yang mencolok dari arah tubuh
Mengajak audience berekspresi
ASPEK AYAT EMAS Ayat emas yang kreatif
ASPEK METODE Penggunaan metode kreatif atas ide dari buku penuntun
Penggunaan metode kreatif atas ide tambahan dari pribadi pengajar
ASPEK CONGREGATION MAY JOINT Melibatkan siswa sebanyak mungkin dalam proses pembelajaran
ASPEK HUBUNGAN Pendekatan pada siswa
Pendekatan pada wali murid
ASPEK TELADAN Ketepatan waktu mulai
Kebersihan kelas
HPDT ( hubungan pribadi dengan Tuhan)
Karakter
Sharing the life
ASPEK PENAMPILAN Kerapihan berpakaian
Kesopanan berpakaian
Kerapihan rambut
Make Up dan acsesories yang secukupnya dan sepadan ( bagi perempuan)

 

 

 


Mari kita lihat bagaimana Pak Guru Daud/ Papa Daud mengembangkan 8 Dimensi Kecerdasan dalam hidupnya, sehingga dia cakap mengajar para pengikut/ para muridnya dan anak-anak rohaninya.

  1. People smart: berhasil melatih orang-orang latar belakang penjahat menjadi prajurit-prajurit gagah perkasa ( I Sam 22: 1-2, II Sam 23: 8-38)
  2. Picture Smart. Untuk memimpin peperangan, Daud harus menguasai strategi perang. Menyusun strategi perang pastilah melibatkan gambar medan peperangan, dan harus dapat membayangkan situasi lapangan yang nanti akan dihadapi, ketinggiannya, arahnya, dll. Untuk dapat menguasai ini, Daud pastilah memiliki Kecerdasan Visual spatial yang tinggi sekali
  3. Self smart. Kecerdasan emosi Daud sangat tinggi, karna dia bisa melalukan jebakan-jebakan berupa kesempatan emas untuk membunuh Saul yang memusuhinya tanpa sebab, bahkan setelah dia dalam posisi sebagai seorang menantu. Dapat mendengar nasehat Abigail untuk tidak main hakim sendiri.
  4. Body smart . Daud menang melawan singa dan beruang, Daud menang melawan Goliat, Daud menang dalam peperangan-peperangan melawan musuh. Daud tangkas dalam berperang.
  5. Music smart. Sebagian besar Mazmur ditulis oleh Daud
  6. Word smart. Daud bukan hanya mengkomposisi lagu-lagunya dengan melody yang indah, namun ia juga sekaligus penulis syairnya
  7. Nature Smart. Daud 13 tahun lamanya hidup sebagai buron dikejar-kejar oleh Saul. Tentu saja dalam masa penggembaraannya sebagai buron, Daud bersentuhan dengan alam, layaknya pramuka yang bercamping selama 13 tahun. Diperkirakan Daud mengenal KB dengan menggunakan herbal, karena Daud baru punya anak setelah dia jadi raja di Hebron dan di Yerusalem, walaupun nota bene dia sudah memiliki isteri dalam masa buron.
  8. Number Smart/ Logic Smart. Daud menghitung orang-orang Lewi yang berumur 30 tahun ke atas, ternyata mereka berjumlah 38.000 orang. Dan Daud mengorganisasikan mereka semua sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. I Tawarikh 23 :1-6

 

Marilah kita mengembangkan talenta yang Tuhan berikan dan terus mengasah kepemimpinan kita sehingga kapasitas kita bisa ditambah dan area hidup kita bisa diperluas bagi kerajaan Sorga.

7 Musuh dari Pengembangan talenta:

  1. Kemalasan untuk mengembangkan diri, karena merasa sudah puas dengan apa yang ada pada dirinya. ( Amsal 26:16) Sehingga perkataan-perkataan orang yang lebih bijaksana pun tidak didengarkan. Inilah yang dinamakan dengan sok pintar.
  2. Kemalasan untuk bekerja keras ( Amsal 20:4)
  3. Minder ( Inilah yang ditekankan oleh Rasul Paulus kepada Timotius muridnya agar jangan ada perasaan rendah diri, I Tim 4:11-12)
  4. Roh Ketakutan ( Inilah yang ditekankan oleh Rasul Paulus kepada Timotius muridnya agar jangan ada roh ketakutan, II Timotius 1: 6)
  5. Tertolak (Yefta melampiaskan talentanya untuk hal-hal negatif karena tidak bisa mengatasi rasa tertolak di dalam dirinya, Hakim-hakin 11:1, 3)
  6. Traumatik ( Yosua trauma karena nenek moyangnya pernah hampir musnah di tanah Kanaan, Yosua 1:6-7, I Taw 7:20-27)
  7. Dimanjakan oleh kenyamanan (ini tidak terjadi pada Nehemia, Nehemia 1:1, 2:1)

lihat materi lainnya di
RETREAT GURU SEKOLAH MINGGU  se kota Ambarawa dengan thema

SMART

S= Sehat

M= Mawas Diri

A= Aktif

R= Rendah Hati

T= Teladan

Lanjutkan membaca “SESI V. MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU YANG RENDAH HATI MENGEMBANGKAN TALENTA”