SEMINAR GURU/ PARENTING ; GENERASI TANPA NAMA YANG MEMBAWA DAMPAK YANG LUAR BIASA


GENERASI TANPA NAMA

YANG MEMBAWA DAMPAK

LUAR BIASA

 

Setiap generasi ada namanya, setiap pribadi ada namanya. Tetapi jika ada pribadi-pribadi di dalam Alkitab, yang mana kisah nyata dari kehidupan mereka  diangkat ke permukaan, tetapi tidak dicantumkan nama mereka, pastilah Tuhan memiliki maksud di dalamnya.

  • Adalah seorang gadis pelayan Naaman. Tidak dicatat namanya.
  • Adalah seorang kemenakan Paulus. Tidak dicatat namanya.
  • Adalah seorang anak laki-laki yang memberikan bekalnya berupa lima roti dan dua ikan. Tidak dicatat namanya.

Hal-hal ini yang saya catat mengenai mereka, walaupun nama mereka tidak mungkin ada dalam catatan kita, karena kita tidak misa mengarang nama mereka.

  1. Mereka semua adalah anak-anak kecil biasa yang dipakai Tuhan secara luar biasa.
    1. II Raja-raja 5:1-19. Gadis pelayan Naaman, adalah seorang anak kecil. Seorang budak biasa. Seorang tawanan perang yang ada di negeri asing. Menjadi anak kecil asing di negeri orang
    2. Kisah Para Rasul 23: 12-22. Kemenakan Paulus, juga adalah seorang anak muda biasa. Alkitab tidak menulis siapakah saudara perempuan Paulus itu ( mama dari anak ini) nama mamanya siapa , tidak dicatat. Banyak orang beranggapan bahwa pada saat Paulus menjadi orang Kristen, keluarganya mengusir dia. Anggapan ini melalui pernyataan Paulus dalam Filipi 3:8 “………aku telah melepaskan semuanya.”
    3. Yohanes 6: 1-14. Seorang anak laki-laki yang membawa bekal berupa lima roti dan dua ikan. Seorang anak laki-laki biasa. Tidak diketahui siapa orang tuanya. Dia bukan dari keluarga yang terkenal, bukan anak siapa-siapa. Hanya anak laki-laki dari keluarga biasa saja. Sudah terlalu sering kita menganggap anak-anak kecil adalah anak-anak biasa. Mereka hanyalah anak kecil. Tidak ada yang istimewa dalam hidup mereka.

Sekarang mari kita lihat, dari anak-anak kecil biasa ini, yang mereka lakukan sepertinya hal-hal biasa/ tampaknya sepele saja.

  1. Mereka semua melakukan sebuah perkara yang tampaknya kecil saja.
    1. Gadis Pelayan Naaman. Hanya memberikan informasi saja, namun informasi ini bisa menjadi berbeda karena yang keluar dari :
      1. Iman seorang anak kecil, bahwa SEKIRANYA TUANKU MENGHADAP NABI YANG DI SAMARIA ITU, MAKA TENTULAH NABI ITU AKAN MENYEMBUHKAN DIA DARI PENYAKITNYA. Padahal tahu sendiri, KUSTA tidak ada obatnya.

Informasi yang keluar dari Iman kepada Allah Israel yang hidup. Iman itu bisa menular !!

  1. Seorang anak yang semestinya meratapi nasipnya, karena jauh dari keluarga, dan dari kecil sudah dijadikan budak. Meratapi nasipnya, karena mempertanyakan mengapa Allah Israel yang hidup menempatkannya di rumah keluarga Naaman, memang keluarga terhormat, tetapi sayangnya tuannya itu penyakitan. Penyakit menular lagi. Namun itu tidak terjadi, dia tidak meratapi diri, tetapi justru memiliki empaty terhadap tuannya.

Informasi yang keluar dari seorang anak yang memiliki empaty yang besar terhadap kesusahan orang lain.

  • Hati seorang anak kecil yang tidak kepahitan karena dia dijadikan budak, tetapi justru dia punya kasih kepada tuannya, ingin melihat tuannya sembuh.

 

Informasi yang keluar dari seorang anak yang memiliki kasih yang murni.

 

  1. Tidak memposisikan Tuannnya sebagai musuh/ bangsa kafir/ percuma saja berbicara perkara rohani pada orang kafir, TIDAK SAMA SEKALI, tetapi memposisikan dirinya sebagai keluarga bagi mereka. Oleh karena itu perkataannya didengarkan.

 

  1. Kemenakan Paulus juga sama dengan gadis pelayan Naaman itu, hanya sekedar memberikan informasi, namun informasi ini bisa menjadi berbeda karena keluar dari :
    1. Seorang kemenakan yang mengasihi pamannya.
    2. Seorang kemenakan yang melindungi pamannya.
  • Seorang kemenakan yang berani bertindak.
  1. Seorang kemenakan yang teliti dan taat akan petunjuk dari orang dewasa akan apa yang harus dia lakukan kepada orang –orang dewasa di sekitarnya.
  2. Seorang kemenakan yang tahu bagaimana menjaga rahasia, dan menata ucapan dengan cermat.
  3. Seorang kemenakan yang kata-katanya didengarkan orang dewasa di sekitarnya.

 

  1. Seorang anak pembawa 5 roti dan 2 ikan ini , hanya sekedar memberikan bekalnya sebagai bekal seorang anak kecil, namun pemberian bekal ini bisa menjadi berbeda karena keluar dari:
    1. Anak ini mengijinkan Yesus mengambil roti dan ikan itu dari genggamannya. Dia bermurah hati dengan memberikan bekalnya kepada YESUS.
    2. Anak ini tidak mencari haknya, semisal menjual roti dan ikan itu, atau menuntut sebagai orang pertama yang mendapat roti dan ikan dari Yesus, atau sebagai orang yang harus membawa pulang sisa 12 bakul itu. Anak ini mau melepaskan, merelakan, menabur, memberikan apa yang ada padanya dengan tulus.

 

  1. Dampak apa yang kemudian terjadi dari tingkah laku anak kecil biasa, dengan hal yang tampaknya sepele yang mereka katakan/ kerjakan:
    1. Gadis Pelayan Naaman: Setelah dia memberi informasi, hal-hal besar seperti inilah yang terjadi sesudah itu.
      1. Naaman betul betul ke Israel dan singkat cerita dia benar-benar disembuhkan dari kustanya. Tubuhnya kembali pulih dan ia memiliki tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir. ( II Raj 5: 14)
      2. Ternyata itu semua hanyalah sebuah PERISTIWA yang membawa kepada sebuah PENGAKUAN IMAN NAAMAN “ Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada ALLAH kecuali di Israel. II Raj 5:15
  • Bayangkanlah ketika kesembuhan ini tersiar ke seluruh negeri Aram, karena Naaman adalah panglima raja Aram, seorang yang terpandang di hadapan raja Aram, dan sangat disayangi. ( II Raj 5:1)
  1. Bayangkanlah ketika kesembuhan ini juga tersiar di seluruh Israel, karena Naaman masuk melalui surat jalan yang ditujukan kepada Raja Israel ( II Raj 5:6-8), yaitu raja Yoram bin Ahab.
  2. Tidak sampai di situ saja, ternyata Benhadad, raja Aram, atasan daripada Naaman, musuh bebuyutan orang Israel, pada akhir hayatnya justru meminta petunjuk Allah Israel, melalui nabi ELISA. II Raja 8:7-10.
  1. Kemenakan Paulus: Karena dia berperan dipakai Tuhan menyelamatkan nyawa Paulus, inilah hal-hal besar yang terjadi setelah peristiwa penyelamatan nyawa itu:
    1. Paulus dapat bersaksi kepada Feliks, wali negeri
    2. Paulus dapat bersaksi kepada Perkius Festus, wali negeri.
  • Paulus dapat bersaksi kepada Raja Agripa dengan Bernike , kepala-kepala pasukan dan orang-orang terkemuka di kota itu , kota Kaisarea ( Kis 25:23)
  1. Paulus dapat bersaksi kepada 276 jiwa di kapal yang membawa Paulus ke Roma. Kis. 26:10, 27: 21-26. Mereka mendengar tentang nubuatan Paulus, dan kesaksian Paulus tentang pelayanan malaikat Tuhan atas mereka, dan itu semua tergenapi.
  2. Paulus dapat bersaksi kepada Penduduk pulau Malta dan para penumpang kapal yang selamat sampai di Malta , melihat Paulus dipagut ular dan tidak mati Kis 28: 3-6
  3. Paulus dapat bersaksi kepada Gubenur Publius di Pulau Malta, mengalami pelayanan kesembuhan, karena ayahnya yang sakit disembuhkan Kis 28:8
  • Paulus dapat bersaksi kepada Orang-orang sakit di Pulau Malta mengalami pelayanan kesembuhan. Kis 28: 9
  • Dua tahun lamanya Paulus tinggal di Roma di rumah sewaan, dan ia melayani semua orang yang datang kepadanya. Di Roma Paulus memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.
  1. Dan surat-surat ini ditulis Paulus setelah peristiwa –peristiwa itu:
    1. Efesus
    2. Filipi
    3. Kolose
    4. I Timotius
    5. II Timotius
    6. Titus
    7. Filemon
    8. Dan kemungkinan Ibrani juga ditulis oleh Paulus
  2. Setelah anak pembawa 5 roti dan 2 ikan ini menyerahkan bekalnya pada Yesus:
    1. Ada pemecahan masalah, karena keterbatasan kas ; 200 dinar saja, sudah malam, tempat ini sunyi
    2. Ada ucapan syukur dari Yesus kepada Bapa
  • Sebanyak yang mereka kehendaki
  1. Mereka kenyang
  2. Ada sisa 12 bakul
  3. Terjadi mujizat
  • Peristiwa ini dipakai Yesus untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk menaruh percaya pada Yesus. Matius 16:5-12.

Ternyata seorang anak kecil biasa, dengan yang dilakukannya tampaknya sepele, ternyata memiliki dampak yang DAHSYAT, dampak yang TIDAK BIASA-BIASA SAJA.

 

Tapi satu hal yang kita harus catat baik-baik, bahwa:

Anak –anak ini, tidak mungkin muncul begitu saja, tanpa ada orang-orang yang mengajar, mendidik, membesarkan mereka:

  1. Gadis pelayan Naaman, nama ibunya tidak dicatat, nama ayahnya tidak dicatat. Merekalah yang mengajar dan mendidik gadis ini, sehingga ketika dia pergi jauh dari rumah, tinggal di negeri asing, hatinya tetap murni, empaty, beriman dan kata-katanya berdampak besar bagi dua bangsa, dan bagi para pemimpin bangsa.
  2. Kemenakan Paulus, nama ibunya ( yang adalah saudara Paulus) tidak dicatat, nama ayahnya tidak dicatat. Apakah kemenakan Paulus yang sangat mengasihi Paulus, melindungi dan pemberani ini ada di bawah didikan Paulus? Bisa saja, tetapi Alkitab tidak mencatat hal itu dengan detail.
  3. Anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan ini, tidak dicatat siapa nama ibunya, siapa nama ayahnya, tetapi anak ini adalah anak yang bermurah hati, anak yang tidak menuntut hak-haknya, berrela hati untuk melepaskan apa yang dia miliki. Apakah anak ini satu-satunya di keluarganya yang selalu ikut Yesus kemana pun Yesus mengajar? Kita juga tidak tahu apakah anak ini ada di peristiwa-peristiwa pengajaran Yesus di lain waktu.

Mari kita menjadi ORANG-ORANG TIDAK BERNAMA, saat mempersiapkan anak-anak TANPA NAMA INI.

Pelayanan anak memang tidak menjadi pelayanan yang BERNAMA.

Tidak pernah ada yang bertanya; Siapa guru S M di sini?

Yang ditanya, seputar: Pendeta, WL, Pemusik, Fulltimer, dll

Bukan pelayanan bergengsi, saat kita menjadi seorang ayah dan ibu bagi seorang anak, yang menjalankan peran kita dengan sebaik mungkin sebagai seorang pengajar dan pendidik.

Bukan sebuah tindakan yang populer saat kita SEBAGAI ORANG TUA , merayakan ulang tahun anak bersama keluarga, mendoakan doa berkat bagi mereka, menuntun mereka untuk saat teduh, mengantar mereka ke gereja, memperkenalkan pada mereka pengalaman kita bersama dengan TUHAN, dll Mengajak mereka berenang, mengantar mereka les, menemani mereka membuat PR, mendorong talenta mereka berkembang, dan memberikan peluk cium yang  limpah, atau sekedar menjemput mereka ke sekolah, menyetrika seragamnya dan mengatakan “Kamu hebat!”

Bukan tindakan yang populer , saat kita mempersiapkan bahan pengajaran, mempersiapkan metode kreatif dan alat peraga, browsing net dan ngeprint, mengumpulkan barang-barang yang mungkin akan berguna, mendoakan mereka satu demi satu, dan mungkin juga mengelap ingus mereka, menepuk pundak mereka dan berkata “Tuhan Yesus mengasihimu.” Berkunjung ke rumah mereka dan mengajar mereka menari atau menyanyi untuk TUHAN.

Sama sekali tidak ada yang mencatat, memberi point bagus atau memberi acungan jempol.

Tetapi percayalah, sebagai orang tua tak bernama, dan sebagai guru guru tak bernama, kita sedang mempersiapkan generasi tanpa nama, tapi bisa memberi bekal kepada mereka, NILAI NILAI DALAM KEHIDUPAN, yang membuat mereka bisa memberi dampak yang besar.

Contoh:

Nilai nilai; Empaty ( seperti gadis pelayan di rumah Naaman ini), Mengasihi dan Taat serta Cerdas ( seperti Kemenakan Paulus), atau Bermurah Hati seperti anak pemberi 5 roti dan 2 ikan ini.

Masih banyak nilai-nilai lain yang bisa kita TANAMKAN kepada mereka.

Tidak perlu mencari nama, karena Tuhan yang tahu nama-nama semua alatNya untuk mencetak generasi yang takut akan TUHAN ini.